Sekali lagi ke T.N Bromo

Perjalanan sudah tahun lalu, tepatnya 30 Nopember 2014. Sebenernya ini sudah kali ke 7 touring Ke Bromo khususnya, dan tahun 2014 aja sudah 2 kali. :D

collage_20141201083836382

Kali ini perjalanan gak seperti biasanya, saya berempat bareng salah satu bloger Jatim mas Abdoe Maggi, Kami berangkat Sabtu malam biar bisa sampe Bromo pagi tentunya, karena rumah Kami memang jaraknya terpaut jauh dan pake banget, Kami pun memutuskan bertemu di depan Alun-alun Bangil, itung itung sejalur.

Jalur yang Kami lalui :

Perjalanan ini juga katanya pertama kali buat mas Abdoe yang biasanya berangkat pagi tapi kali ini malam. :D

Akhirnya masuk wilayah Taman Nasional pukul 03.30 WIB, maklum kali ini rame banget pengunjungnya, jadi santai dulu nunggu agak lancar depan loket, sebenernya ada sedikit masalah dijalan tepat sebelum SPBU Tongas, dua temen yang boncengan motornya mogok karna terlalu memaksakan tanpa berhenti.. hohoho lupakan soal itu karna akhirnya jalan juga.. :D

Harga tiket masuk sekarang Rp. 40.000,- untuk 2 orang 1 motor, agak mahal karena akhir pekan. Dan serius kaget sekarang yang lewat Tongas banyak banget sampe macet.

setelah beli tiket Kami pun langsung turun ke lautan pasir menuju Gunung Bromo dengan penerangan lampu motor doang, berbekal pengalaman sombong dikit sampailah di tempat parkir sebelum nanjak ke Bromo, tanpa banyak gaya kami langsung jalan setelah parkir motor.

setelah turun lagi kami pun pulang dengan melewati bukit teletubies yang indah itu lewat jalur Malang, ini cerita singkat Kami sesingkat perjalanan ini.. :D

BromoBukit Tubie

Jalur pulang :


Semoga Menginspirasi! karna Kami juga gak bakal bosan balik lagi, SEGERA!! :D

Sedikit hasil Foto Kami (klik untuk memperbesar)

SELAMATKAN PANTAI KITA!!

Selamatkan Pantai Kita!

Bama

Sebenernya tidak ingin berlebihan, tapi sekarang setiap kali ke pantai pemandangan yang pertama terlihat justru bukan keindahannya melainkan KOTORNYA pantai karna SAMPAH yang berserakan dimana-mana. sebenernya Kita bisa kok menjaga keindahannya! Ya mulai dari diri Kita sendiri dengan tidak membuang bekas-bekas makanan yang kita bawa dari rumah ataupun kita beli di pantai tersebut sembarangan! Toh biasanya ada tempat sampah yang disediakan oleh pengelola. Kalaupun tidak ada tempat sampah ya mending kita bawa dulu sampah tersebut sampai kita menemukan tempat sampah.

2014-06-07 12.25.18

BUKAN CUMA PANTAI, tapi juga banyak tempat wisata alam pada umumnya bernasib sama KOTORNYA.

Satu pengalaman saat Saya dan beberapa teman ke Pantai Watu Ulo seperti yang pernah Saya ceritakan disini , Pantai di Jember yang dulu pernah sangat populer tapi kini bener-bener ditinggalkan, pengunjung sepi & sampah berserakan dimana-mana, mungkin memang sekarang kalah populer dibandingkan Tanjung Papuma yang tepat disebelahnya, tapi Papuma pun sama KOTORNYA atau bahkan lebih buruk lagi, padahal ada pengelolanya, tapi mungkin memang Kita saja yang datang membawa banyak sampah.

parkiran

Ada juga hal lain yang mengancam Pantai yaitu penambangan pasir besi, saya pribadi belum tau seberapa mahal pasir besi tersebut, tapi apakan sepadan dengan kerusakan yang ditimbulkan dari penambangan tersebut?? bukankah akah lebih bermanfaat bagi penduduk sekitar jika pantai dijadikan tempat wisata?? Atau mungkin lebih kuatir jika pantai jadi tempat wisata yang gak laku?? mungkin cuma pemerintah daerah setempat dan Tuhan yang tau alasannya.

images2
salah satu lokasi penambangan di Malang selatan

Ada satu lagi yang sekarang justru populer adalah Reklamasi Pantai, entah itu untuk penginapan, hotel, villa, atau apapun itu kalau tanpa memikirkan dampaknya jelas salah! Saya pribadi tidak membenci pembangunan karna memang kerja Saya di bidang Bangunan, tapi Saya justru menolak pembangunan yang NGAWUR, yang mengorbankan banyal hal terutama alam itu sendiri. Kita juga tidak pernah tau berapa kehidupan yang ikut tertimbun dari Reklamasi tersebut. maka bukankah lebih baik jika tidak cuma memikirkan keuntungan pribadi atau golongan dengan merusak alam?

20110606_074104_Reklamasi_Pantai-2 WD-1

Mungkin ditempat lahir Saya tidak ada yang namanya Pantai, tapi apakah kita lupa bahwa semua yang kita makan itu membutuhkan rasa dari yang namanya Garam? Tidak ingatkah kita garam itu berasal dari mana? bayangkan jika makanan yang kita makan tanpa garam! Jika itu terasa hambar, maka kini saatnya kita berbuat untuk rasa tersebut!

Laut memberi rasa untuk makanan Kita! lalu apa yang bisa kita berikan? :)

Pantai

Refreshing Ride, Banyuwangi Utara.

Seperti judulnya, sebuah perjalanan bermotor untuk me refresh pikiran dan otak.

Dengan persiapan yang bisa dibilang cukup, perjalanan ini dimulai pada hari Jum’at sore tanggal 6 Juni 2014 dan rencana pulang hari minggu pagi.

Jum’at pagi langsung berangkat kebengkel untuk mengecek kondisi motor, meski perjalanan yang akan ditempuh tidak telalu jauh 700 km PP, kondisi motor tetap harus di cek. Maklum sudah lebih dari 1 bulan belum di cek sekaligus dimandiin. Begitu di cek ternyata motor cukup ganti oli saja meski aki juga perlu tapi gak masalah lah pake manual, itung itung olahraga. selanjutnya cuci motor sembari koordinasi sama beberapa teman yang mau ikut malemnya, yang sebelumnya direncanakan berangkat berlima akhirnya menyusut jadi bertiga saja, namanya juga rencana, kalau pun berubah ya gak masalah, toh ini refreshing bukan demo. motor selesai pulang mempersiapkan bekal dilanjut istirahat biar badan agar fisik siap.

siap berangkat
Setelah Dicuci Bersih

Langsung saja Jum’at sore pukul 18.00 WIB setelah sholat magrib berangkat jemput yang akan dibonceng dan langsung meluncur ke mojosari karna ditunggu teman satunya lagi disana, tepat pukul 20.00 WIB berangkat dari Mojosari dengan mengambil jalur Pasuruan Pantura, jalanan cukup lengang & lancar, inilah yang Kami suka jika melakukan perjalanan malem hari, satu kekurangannya adalah tidak bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan karna memang gelap, tapi juga gak terlalu disesalkan karna pantura juga gitu gitu aja to?

Karna memang perjalanan cukup lancar & hambatan cuma lobang lobang jalan Pukul 22.45 WIB dengan kecepatan santai sudah sampai di PLTA Paiton, hampir 3 jam perjalanan dan memang tadi belum Ibadah (bukannya sok ya! tp ini wajib lo! sekaligus biar aman selama perjalanan) :) Kami putuskan Ishoma (tidur sebentar) di Rest Area setelah Paiton.

Pukul 01.00 WIB Kami melanjutkan perjalanan, gak lama setelah itu Kami pun sampai di Hutan Baluran, mungkin karna capek dan gelap Kami merasa lama banget untuk bisa melewati Hutan. :( pukul 03.00 sampailah di Banyuwangi utara tepatnya Desa Bajulmati, Ishoma lagi sambil nunggu subuh. setelah sholat subuh rencana langsung ke Baluran tapi ternyata satu teman katanya capek banget dan teman Banyuwangi sudah jemput dimasjid, ya sutralah ikut aja ke rumahnya sekalian istirahat dan sarapan.

Setelah istirahat mandi dan sarapan, Pukul 08.00 WIB Kami pun berangkat ke Taman Nasional Baluran & kali ini berempat. Ini kedua kalinya saya pribadi ke baluran bahkan teman yang rumahnya deket baluran pun bilang kalau terakhir kali ke baluran ya waktu masih smp dulu, sudah lama banget pastinya. memang yang membuat orang males kebaluran ya akses masuknya yang susah (rusak banget), meski sebenarnya didalam pemandangan cukup indah dan menenangkan, apalagi kalau beruntung bisa ketemu beberapa hewan asli baluran yang langka. :)

2014-06-07 09.35.26
Kawasan Evergreen Baluran

Gak perlu saya jelaskan tentang Baluran karna pernah saya jelaskan disini tiket masuk sekarang Rp. 5000,- /orang dan untuk motor jg Rp. 5000,-/motor. kali ini Baluran cukup ramai pengunjung, bahkan penginapan pun sudah penuh, mungkin karna hari libur. Kami pun beruntung bisa ketemu banyak hewan, tapi sayang gak bisa banyak ambil gambar karna memang langsung pada kabur. tidak banyak perubahan disini semua sama seperti pertama kali saya keBaluran, di pantai Bama kera kera makin liar, peringatan buat yang kesini hati hati jika membuka bekal makanan! Bisa berebut dengan monyet.

Sudah cukup menikmati suasana di Bekol dan Bama, Pukul 11.00 WIB Kami memutuskan untuk keluar Baluran menuju ke Pantai Watudodol, kalau ada waktu sekalian ke Ketapang nyebrang keBali meski tanpa perencanaan. :D

Gak sampai setengah jam sampai di Watudodol, mengutip dari Wikipedia Kawasan Wisata Pantai Watu Dodol merupakan pintu masuk ke Kabupaten Banyuwangi dari wilayah Kabupaten Situbondo. Nama Watu Dodol sendiri merujuk kepada sebuah batu besar setinggi 6 meter yang berlokasi tepat di antara kedua ruas jalan raya. Lokasi kawasan wisata ini sekitar 5 kilometer dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

2014-06-07 12.12.02

Etimologi Dalam bahasa Jawa, Watu memiliki arti Batu. Istilah Dodol dapat diartikan sebagai jenang. Jenang Dodol dapat merujuk kepada makanan manis berbentuk persegi seukuran kelingking. Dodol juga dapat berupa makanan dari ketan yang ditumbuk, dibentuk lonjong seukuran telapak tangan, kemudian digoreng. Legenda Watudodol banyak sekali, jadi gak bisa diceritakan disini. :)

Watu Dodol merupakan batu karang berwarna hitam yang sangat keras serta memiliki bentuk yang unik, yaitu bagian atasnya lebih besar daripada dasarnya. Pada bagian selatan sisinya, tumbuh sebatang pohon kelor yang menambah keunikan batu tersebut. Meskipun dulu terlihat angker, tetapi kini Watu Dodol terlihat asri karena dihiasi taman sebagai jalur hijau. Karna dipinggir jalan ya gratis lah.. :D

Dilokasi ini terdapat pula Patung Gandrung, Patung Gandrung (tarian khas Banyuwangi) dengan tulisan Selamat Datang di Kabupaten Banyuwangi menjadi penghias gerbang masuk ke Kabupaten Banyuwangi.

Melihat angin yang begitu kencang dan KTP yang ketinggalan dirumah teman, akhirnya batal nyebrang ke Bali. Sambil Menikmati suasana Kami menuju ke Wisata dan Peristirahatan Tepi Pantai, tempat peristirahatan sementara bagi pengendara yang melintasi jalur Situbondo-Banyuwangi. Kawasan wisata pantai ini dilengkapi fasilitas parkir yang luas, warung-warung yang menyediakan makanan khas Banyuwangi, toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari dan telepon seluler, kamar mandi bagi wisatawan yang bermain di pantai, dan persewaan perahu nelayan untuk ke tengah laut. Lokasi pantai cukup rindang karena banyak ditumbuhi pepohonan. Selain dibatasi laut di sebelah timur, lokasi wisata juga langsung berbatasan dengan bukit dan hutan, serta dekat dengan lokasi Watu Dodol.

Setelah puas menikmati Pantai, Kami pun kembali ke rumah untuk istirahat dan makan siang, Kami memang sangat beruntung punya teman disini, bisa istirahat gratis, makan gratis, bener bener bertemu orang orang yang luar biasa baiknya, selama dirumah bener bener gak sempat lapar.. :D

Singkat cerita Kami memutuskan untuk pulang malem itu juga pukul 20.00 WIB, berharap minggu bisa istirahat penuh agar kerja seninnya fresh lagi, sebenernya si empunya rumah menyarankan pulang setelah sholat subuh, tapi terima kasih banget bapak! kapan kapan deh nginepnya!. :)

2014-06-07 10.01.49
Yang baik hati, Asli Banyuwangi! :D

Jalur yang akan Kami lalui untuk pulang sama dengan jalur berangkat, tempat istirahatnya pun sama, mampir sebentar beli tape Situbondo untuk oleh oleh dirumah, dan subuh akhirnya sampai dirumah. :) Alhamdulillah

Trima kasih Pada Tuhan YME karna telah melancarkan perjalanan Kami baik saat berangkat atau pulang, trima kasih pada seluruh Keluarga dirumah telah mengijinkan Kami blakraan gak jelas. :D tak lupa trima kasih pada Sdri Ayes serta Ayah dan Bunda nya yang telah menjamu kami dengan begitu luar biasa. :) see you next time! :)

Mengutip semboyan Baluran “Complete Your Adventure” :)