Motoran Menyusuri Pantai – (Timur) Taman Nasional Merubetiri

Seperti judulnya ya ini perjalanan bermotor atau yang biasa disebut Touring, tapi kali ini berbeda karna cuma berdua dan boncengan sama laki pula. :mrgreen: Sebenernya rencana ke Merubetiri bertiga atau berempat, tapi memang ada hal yang tidak terduga terjadi, maka nekat aja lah berdua. dengan harapan banyak ketemu teman dijalan. :mrgreen:

Kembali ke judul, Kami Berangkat Tanggal 20 Maret 2015 Pukul 21.00 WIB dengan melalui jalur Pantura dari Jombang – Mojokerto – Mojosari – Bangil – Probolinggo – Lumajang – Jember – Banyuwangi, dengan perkiraan sampai pukul 06.00 atau pukul 07.00 pagi.

masuk jalur pantura Kami beberapa kali di sapa rombongan besar yang kemungkinan menuju bromo sekitar 30 orang lebih, gak heran juga karna sabtu minggu memang libur, beberapa kali ada juga yang langsung menyapa “mas mau ke Bromo?” jawab aja “mau ke Bwi mas” nah kok bisa tau kalo kami perjalanan wisata? padahal gak punya tampang touring. mungkin mereka mau ngajak bareng. :mrgreen:

Karena gak mau tergesa – gesa & gak mau capek berlebihan sampek lokasi, Kami beberapa kali berhenti untuk sekedar mengisi tenaga atau beristirahat. Pukul 23.30 wib di alun – alun Bangil ngemil dan menghangatkan badan, lanjut di Lumajang beberapa kilo sebelum Jember istirahat peregangan otot sekaligus beli bekal, lanjut lagi pukul 02.15 wib istirahat lagi di depan terminal Jember (kota kabut) :D kotanya anang hermamsah :mrgreen:, sadar karna perjalanan masih jauh dan memang jadi gak sesuai rencana Kami pun berunding lagi tujuan utama ke mana dulu, awalnya tujuan pertama ke Rajekwesi – Teluk hijau – Sukamade – sempat ya mampir Pulau merah – pulang ke bandealit, karna diperkirakan waktunya kurang sementara bandealit & sukamade dicoret, sedang pulau merah masuk daftar tunggu. hehe

Setelah pedebatan yang panjang Kami melanjutkan perjalanan, dan benar saja Subuh terdengar sedang Kami belum masuk wilayah Banyuwangi :0 . gak pa lah subuh an dulu trus lanjut! Ingat touring monggo tapi jangan lupa Kewajiban! :D

Keberuntungan, itulah yang Kami alami setelah melewati perbatasan Banyuwangi, melihat pemandangan yang begitu luar biasa dipinggir jalan raya seakan-akan diatas awan, sedikit berlebihan tapi itu kenyataan, tampak gunung Raung diseberang (klik foto untuk memperbesar),

dan kebetulan juga ada seseorang yang berhenti menikmati pemandangan tersebut, Kami pun berkenalan dengan mas2 yang ramah itu, Namanya Mahessa atau biasa dipanggil mas Yus penunggang Pulsar 220 asli orang Banyuwangi katanya, dengan semangatnya mas Yus menjelaskan tempat2 wisata yang wajib dikunjungi di Banyuwangi, dia juga memberi tau nama bukit yang sedang Kami nikmati pemandangannya ini, tapi sayang karna konsentrasi sedikit menurun Kami lupa namanya bukit sigitik atau sikitik? :D setelah ngobrol panjang lebar Kami pun diantar sampe jalan utama ke Teluk hijau, katanya biar gak salah jalur! :mrgreen:, terima kasih mas yus, anda baik sekali! sampe – sampe dikasih tau biar aman di rajekwesi ketemu salah seorang temannya, oke kapan – kapan Kami mampir. :)

Cus lah!! katanya dari tempat Kami berpisah tadi masih sekitar 1 – 2 jam lagi untuk sampai Teluk hijau, lanjut dengan semangat!! meski jalan penuh bis yang membawa wisatawan ke pulau merah yang sedang terkenal itu.

Kurang lebih satu jam setelah itu Kami sudah masuh wilayah Taman Nasional Merubetiri, jalannya cukup halus sampek masuk perkampungan disambut jalan yang asli parah rusaknya. Tapi namanya penasaran ya terjang terus. :D

Akhirnya tepet pukul 08.05 wib sampe di pintu masuk Taman Nasional atau tempat loket pembayaran, terlihat antrian bus yang tanpa diduga juga ada disini.

cukup dengan bayar Rp 7500,- @orang dan Rp 5000,- Untuk motor Kita langsung diperbolehkan menyusuri tempat – tempat yang pengen kunjungi, sebagai informasi untuk menuju Teluk Hijau atau Sukamade khusus yang membawa mobil/bus harus parkir di Rajekwesi & jalan kaki kurang lebih sejauh 5 km ke Teluk hijau Atau bisa naik perahu minimal 4 orang cukup bayar Rp. 25000,- masing2 orangnya dari Rajekwesi, sedangkan yang bawa motor bisa dititipkan di rumah penduduk Rajekwesi atau bisa juga langsung naik ke tempat parkir yang sudah dekat Teluk Hijau dengan melewati jalan yang cukup terjal, dan itu yang Kami ambil karna gak kebayang jalan kaki sejauh itu naik pula. :D

Pantai Rajekwesi yang sepi. (klik untuk memperbesar)

Sampai di tempat parkir Kita masih harus berjalan kaki sekitar 1,5 km naik turun bukit dan bisa ditempuh kurang lebih 1 jam sampai di Pantai Batu. salah satu keuntungan kita jika berjalan kaki adalah melewati Pantai Batu, sedangkan jika naik perahu langsung ke Teluk Hijau. :)

Oke tak perlu banyak cerita, ini sedikit hasil jepretan Kami.

Jalan kaki dari tempat parkir. (klik untuk memperbesar)

Pantai Batu. (klik untuk memperbesar)

Teluk Damai & Teluk Hijau. (klik untuk memperbesar)

 

Pukul 11.00 wib Kami pun kembali ke tempat parkir, awalnya berencana mampir dulu sukamade, Pulau merah & nginep di Jember, tapi karna kondisi badan sudah payah ya langsung pulang aja, jalur yang Kami lalui pun tetap sama sperti jalur berangkat sekaligus istirahat di tempat yang sama.

sedikit kurang puas karena terlalu ramai pengunjung, tapi memang lagi liburan ya harus dinikmati.

Saran ; Jika jalan kaki menuju Teluk Hijau usahakan kondisi badan fit, jangan lupa bawa minum dan cemilan, hati – hati licin jika musim hujan, jika ingin berkemah disarankan ijin ke pengelola & awasi barang bawaan karna banyak monyet usil, paling enak memang sekalian bawa tenda sendiri.

yang paling penting karna kita datang bawa sampah, tolong dibuang ditempat sampah yang sudah disediakan atau bawa pulang!!

Karena Tempat Wisata Bukan Tempat Sampah.

Terima kasih & semoga menginspirasi! :)

Ayo jelajahi Negri dengan cara Kita sendiri!

Sekali lagi ke T.N Bromo

Perjalanan sudah tahun lalu, tepatnya 30 Nopember 2014. Sebenernya ini sudah kali ke 7 touring Ke Bromo khususnya, dan tahun 2014 aja sudah 2 kali. :D

collage_20141201083836382

Kali ini perjalanan gak seperti biasanya, saya berempat bareng salah satu bloger Jatim mas Abdoe Maggi, Kami berangkat Sabtu malam biar bisa sampe Bromo pagi tentunya, karena rumah Kami memang jaraknya terpaut jauh dan pake banget, Kami pun memutuskan bertemu di depan Alun-alun Bangil, itung itung sejalur.

Jalur yang Kami lalui :

Perjalanan ini juga katanya pertama kali buat mas Abdoe yang biasanya berangkat pagi tapi kali ini malam. :D

Akhirnya masuk wilayah Taman Nasional pukul 03.30 WIB, maklum kali ini rame banget pengunjungnya, jadi santai dulu nunggu agak lancar depan loket, sebenernya ada sedikit masalah dijalan tepat sebelum SPBU Tongas, dua temen yang boncengan motornya mogok karna terlalu memaksakan tanpa berhenti.. hohoho lupakan soal itu karna akhirnya jalan juga.. :D

Harga tiket masuk sekarang Rp. 40.000,- untuk 2 orang 1 motor, agak mahal karena akhir pekan. Dan serius kaget sekarang yang lewat Tongas banyak banget sampe macet.

setelah beli tiket Kami pun langsung turun ke lautan pasir menuju Gunung Bromo dengan penerangan lampu motor doang, berbekal pengalaman sombong dikit sampailah di tempat parkir sebelum nanjak ke Bromo, tanpa banyak gaya kami langsung jalan setelah parkir motor.

setelah turun lagi kami pun pulang dengan melewati bukit teletubies yang indah itu lewat jalur Malang, ini cerita singkat Kami sesingkat perjalanan ini.. :D

BromoBukit Tubie

Jalur pulang :


Semoga Menginspirasi! karna Kami juga gak bakal bosan balik lagi, SEGERA!! :D

Sedikit hasil Foto Kami (klik untuk memperbesar)

SELAMATKAN PANTAI KITA!!

Selamatkan Pantai Kita!

Bama

Sebenernya tidak ingin berlebihan, tapi sekarang setiap kali ke pantai pemandangan yang pertama terlihat justru bukan keindahannya melainkan KOTORNYA pantai karna SAMPAH yang berserakan dimana-mana. sebenernya Kita bisa kok menjaga keindahannya! Ya mulai dari diri Kita sendiri dengan tidak membuang bekas-bekas makanan yang kita bawa dari rumah ataupun kita beli di pantai tersebut sembarangan! Toh biasanya ada tempat sampah yang disediakan oleh pengelola. Kalaupun tidak ada tempat sampah ya mending kita bawa dulu sampah tersebut sampai kita menemukan tempat sampah.

2014-06-07 12.25.18

BUKAN CUMA PANTAI, tapi juga banyak tempat wisata alam pada umumnya bernasib sama KOTORNYA.

Satu pengalaman saat Saya dan beberapa teman ke Pantai Watu Ulo seperti yang pernah Saya ceritakan disini , Pantai di Jember yang dulu pernah sangat populer tapi kini bener-bener ditinggalkan, pengunjung sepi & sampah berserakan dimana-mana, mungkin memang sekarang kalah populer dibandingkan Tanjung Papuma yang tepat disebelahnya, tapi Papuma pun sama KOTORNYA atau bahkan lebih buruk lagi, padahal ada pengelolanya, tapi mungkin memang Kita saja yang datang membawa banyak sampah.

parkiran

Ada juga hal lain yang mengancam Pantai yaitu penambangan pasir besi, saya pribadi belum tau seberapa mahal pasir besi tersebut, tapi apakan sepadan dengan kerusakan yang ditimbulkan dari penambangan tersebut?? bukankah akah lebih bermanfaat bagi penduduk sekitar jika pantai dijadikan tempat wisata?? Atau mungkin lebih kuatir jika pantai jadi tempat wisata yang gak laku?? mungkin cuma pemerintah daerah setempat dan Tuhan yang tau alasannya.

images2
salah satu lokasi penambangan di Malang selatan

Ada satu lagi yang sekarang justru populer adalah Reklamasi Pantai, entah itu untuk penginapan, hotel, villa, atau apapun itu kalau tanpa memikirkan dampaknya jelas salah! Saya pribadi tidak membenci pembangunan karna memang kerja Saya di bidang Bangunan, tapi Saya justru menolak pembangunan yang NGAWUR, yang mengorbankan banyal hal terutama alam itu sendiri. Kita juga tidak pernah tau berapa kehidupan yang ikut tertimbun dari Reklamasi tersebut. maka bukankah lebih baik jika tidak cuma memikirkan keuntungan pribadi atau golongan dengan merusak alam?

20110606_074104_Reklamasi_Pantai-2 WD-1

Mungkin ditempat lahir Saya tidak ada yang namanya Pantai, tapi apakah kita lupa bahwa semua yang kita makan itu membutuhkan rasa dari yang namanya Garam? Tidak ingatkah kita garam itu berasal dari mana? bayangkan jika makanan yang kita makan tanpa garam! Jika itu terasa hambar, maka kini saatnya kita berbuat untuk rasa tersebut!

Laut memberi rasa untuk makanan Kita! lalu apa yang bisa kita berikan? :)

Pantai