B-29 Serpihan Surga Negeri Di Atas Awan

“B-29 Serpihan Surga Negeri Di Atas Awan” sedikit berlebihan? tidak, itulah kenyataan.

Indahnya Pagi

B-29 adalah sebuah bukit dengan ketinggian 2900 Mdpl. B-29 masih bagian TN Bromo Tengger Semeru, terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Dengan ketinggian 2900 meter di atas permukaan laut. puncak B-29 sendiri lebih tinggi dari gunung Bromo yang mempunyai ketinggian 2.392 Mdpl. Terletak di sisi tenggara gunung Bromo, pemandangan yang indah akan segera dirasakan sesampainya di sana. Kalau Kita sudah sampai di puncak, Kita bisa merasakan dan melihat surga nya Kabupaten Lumajang, karena bagaikan “serpihan surga” yang di turunkan ke bumi oleh Tuhan YME. lebay lebay dah. :D

Ini pertama kalinya bagi Saya dan beberapa teman lainnya kecuali si petunjuk jalan wong lumajang asli. haha makanya jadi sedikit berlebihan kagumnya. :D tapi bagaimanapun juga B-29 adalah tempat yang menawarkan keindahan berbeda menurut Saya, selain tiket masuk yang jauh lebih murah dibandingkan ke tetangganya TN. Bromo yaitu Rp.3000,- untuk B-29 dan Rp. 32.500,- untuk Bromo seperti Postingan sebelumnya disini, akses jalan setelah masuk Desa Argosari bener-bener extrim bagi Saya. ada dua jalur untuk menuju B-29 ini, jalur pertama Kami lewati saat berangkat atau naik jalanan yang didominasi tanjakan dengan batu-batuan & cor yang sudah pecah, jalan sempit ini cukup menegangkan apalagi kemaren Kami melintas saat hari sudah gelap, ada juga jalanan aspal dan paving tapi rusak. untuk jalur kedua jalur Kami pulang adalah jalur yang lumayan mudah hanya saja saat kering, karna ada banyak tanjakan serta tikungan dengan jalan tanah yang licin pake banget. itulah yang membuat berbeda. haha

Jadi saran untuk yang membawa kerdaraan pribadi seperti motor pastikan kondisi motor serta kondisi Anda benar-benar prima, sangat tidak disarankan membawa motor bebek atau matic meski kemaren banyak dari Kami membawa matic dan bebek, karna memang itu yang Kami keluhkan sepanjang perjalanan, tanjakan berat dengan tanah yang licin serta berbatu sangat riskan buat motor yang tergolong pendek, lebih baik gunakan motor yang kuat untuk medan yang terjal. (gak bisa melampirkan foto karna gak bisa berhenti)

Di Desa Argosari Kita bisa menitipkan kendaraan dirumah-rumah penduduk, waktu itu Kami menitipkan kendaraan tepat disamping loket masuk atau Parkir terakhir. tak perlu kuatir karna penduduk memang membuka lahan parkir, selain itu mereka juga ramah seramah orang Jawa asli, karna memang asli. :D

Dari tempat parkir Kita masih harus berjalan kaki kurang lebih 3 km atau sekitar 1 Jam jalan nanjak, bagi yang tidak mau repot-repot jalan juga ada ojek yang siap mengantar sampai puncak, untuk perbandingan jika naik ojek hanya butuh waktu kurang lebih 15 menit. untuk efisiensi biaya kemaren Kami memutuskan untuk jalan kaki meski ditengan perjalanan banyak yang nyerah dengan ojek juga, termasuk saya. [mrgreen] setelah sampai puncak masih perlu nanjak lagi sekitar 100m sampai bener-bener puncak.

Sesampainya di puncak B29, keindahan ada di 2 sisi, yakni Timur dan Barat jika melihat ke arah timur bisa terlihat Kabupaten Lumajang secara keseluruhan, sedang barat menikmati gunung Bromo dan Batok menjadi pelepas lelah. Kita juga akan disuguhi pemandangan indah berada di atas awan. Tidak salah jika pemerintah Kabupaten Lumajang memberi nama Puncak B-29 negeri di atas awan. tidak lupa puncak Semeru juga terlihat. Hamparan luas ladang sayuran dengan karakteristik pegunungan. Hawa dingin melengkapi pesona ini. Malam hari yang cerah atau beberapa waktu sebelum matahari terbit bintang-bintang terlihat begitu dekat dengan Kita seakan-akan bisa digapai oleh tangan, sunrise disertai gelombang awan yang terlihat seperti lautan, itulah sedikit keindahan di Puncak B-29. “serpihan surga” di Jawa timur.

Keindahannya mungkin hanya bisa dinikmati langsung.

Datang dan nikmati sendiri keindahannya!

Bawa pulang sampah Kita meski itu cuma selembar kertas!

Sampah plastik tetap membekas meski sudah dibakar, maka nikmati saja keindahannya dengan tidak meninggalkan sampah atau bekas bakaran sampah.

#tempatwisatabukantempatsampah

Saran saya lebih asik jika sekalian bawa tenda, bisa menikmati sore, pagi, & siang sekaligus. Tapi ingat, Jangan tinggalkan sampah! karna banyak dari beberapa orang yang datang kesana kurang perduli dengan himbauan dari pengelola, ada beberapa sampah plastik berserakan di semak-semak tidak cuma satu tapi banyak, mungkin belum terlalu terlihat tapi bayangkan jika semakin kita tidak perduli, yang dulu indah bakal lenyap. :)

Sedikit hasil jepretan Kami. maaf buat temen yang gak masuk, dipilih yang bagus aja. Wong saya aja cuma tukang poto. :D

(klik untuk memperbesar)

Bromo lagi & mungkin yang terakhir.

Perjalanan seperti biasanya, jalur sama & cerita hampir sama. Mungkin sudah terlalu sering bagi saya, kali ini banyak kekecewaan saat menikmati salah satu tempat terindah di Jatim ini.

Dulu sekali saat pertama datang ke Taman Nasinal Bromo Tengger Semeru ini saya begitu senang karna tempat yang begitu indah ini tiket masuknya tidak semahal yang dibayangkan, murah untuk ukuran saya dan teman-teman, tapi sekarang sangat kecewa karna tiket masuk sangat tidak bersahabat, mulai dari bayar khusus untuk Pemerintah Kabupaten yang meski cuma Rp 15.000,-/orang dan harus bayar lagi Rp 32.500,-/orang untuk masuk kawasan Taman Nasional sudah mengecewakan untuk saya pribadi, lalu melihat harga tiket masuk untuk wisatawan asing yang terlihat sangat tidak masuk akal yaitu Rp 307.500,-/orang seperti yang ada di situsnya ini, ya mungkin ini perbedaan yang wajar bagi sebagian orang, tapi benarkah harus segitu? apa setara dengan yang fasilitas yang ada? itu yang teman-teman saya tanyakan. dan dengan sangat berat Saya pun bilang ke teman-teman bahwa Jawa Timur yang indah itu bukan cuma Bromo & Taman Nasionalnya, jadi kunjungi yang lainnya saja yang lebih murah. :)

Mungkin memang itu yang diperlukan T.N.Bromo Tengger Semeru karna akses yang sudah lumayan baik, tapi kesan yang ditunjukkan sekarang adalah Pemkab Probolinggo “terutama” seakan-akan mengambil keuntungan dari Populernya Taman Nasinal tersebut dengan pasang tarif sendiri. Okelah sekarang Bromo sudah jauh lebih ramai dari pertama saya kesana, tapi juga lebih kotor seperti tanpa pengawasan, dan savana yang dulu ada tanda dilarang melintas sekarang begitu banyak jejak kendaraan, ya silahkan dilanjutkan seperti itu! memang Si Taman Nasional ini butuh kembali seperti dulu yang tenang, nyaman, indah, dan hijau saat musim seperti sekarang. :) kali ini tidak banyak ambil foto karna dimana-mana seperti foto diterminal. :D

Biarkan Mahal dan buat sepi lagi agar Hijau kembali

Jangan biarkan bunga abadi punah dengan membelinya

Sampai bertemu lagi nanti, karna Indah itu gak harus MAHAL.

Motoran Menyusuri Pantai – (Timur) Taman Nasional Merubetiri

Seperti judulnya ya ini perjalanan bermotor atau yang biasa disebut Touring, tapi kali ini berbeda karna cuma berdua dan boncengan sama laki pula. :mrgreen: Sebenernya rencana ke Merubetiri bertiga atau berempat, tapi memang ada hal yang tidak terduga terjadi, maka nekat aja lah berdua. dengan harapan banyak ketemu teman dijalan. :mrgreen:

Kembali ke judul, Kami Berangkat Tanggal 20 Maret 2015 Pukul 21.00 WIB dengan melalui jalur Pantura dari Jombang – Mojokerto – Mojosari – Bangil – Probolinggo – Lumajang – Jember – Banyuwangi, dengan perkiraan sampai pukul 06.00 atau pukul 07.00 pagi.

masuk jalur pantura Kami beberapa kali di sapa rombongan besar yang kemungkinan menuju bromo sekitar 30 orang lebih, gak heran juga karna sabtu minggu memang libur, beberapa kali ada juga yang langsung menyapa “mas mau ke Bromo?” jawab aja “mau ke Bwi mas” nah kok bisa tau kalo kami perjalanan wisata? padahal gak punya tampang touring. mungkin mereka mau ngajak bareng. :mrgreen:

Karena gak mau tergesa – gesa & gak mau capek berlebihan sampek lokasi, Kami beberapa kali berhenti untuk sekedar mengisi tenaga atau beristirahat. Pukul 23.30 wib di alun – alun Bangil ngemil dan menghangatkan badan, lanjut di Lumajang beberapa kilo sebelum Jember istirahat peregangan otot sekaligus beli bekal, lanjut lagi pukul 02.15 wib istirahat lagi di depan terminal Jember (kota kabut) :D kotanya anang hermamsah :mrgreen:, sadar karna perjalanan masih jauh dan memang jadi gak sesuai rencana Kami pun berunding lagi tujuan utama ke mana dulu, awalnya tujuan pertama ke Rajekwesi – Teluk hijau – Sukamade – sempat ya mampir Pulau merah – pulang ke bandealit, karna diperkirakan waktunya kurang sementara bandealit & sukamade dicoret, sedang pulau merah masuk daftar tunggu. hehe

Setelah pedebatan yang panjang Kami melanjutkan perjalanan, dan benar saja Subuh terdengar sedang Kami belum masuk wilayah Banyuwangi :0 . gak pa lah subuh an dulu trus lanjut! Ingat touring monggo tapi jangan lupa Kewajiban! :D

Keberuntungan, itulah yang Kami alami setelah melewati perbatasan Banyuwangi, melihat pemandangan yang begitu luar biasa dipinggir jalan raya seakan-akan diatas awan, sedikit berlebihan tapi itu kenyataan, tampak gunung Raung diseberang (klik foto untuk memperbesar),

dan kebetulan juga ada seseorang yang berhenti menikmati pemandangan tersebut, Kami pun berkenalan dengan mas2 yang ramah itu, Namanya Mahessa atau biasa dipanggil mas Yus penunggang Pulsar 220 asli orang Banyuwangi katanya, dengan semangatnya mas Yus menjelaskan tempat2 wisata yang wajib dikunjungi di Banyuwangi, dia juga memberi tau nama bukit yang sedang Kami nikmati pemandangannya ini, tapi sayang karna konsentrasi sedikit menurun Kami lupa namanya bukit sigitik atau sikitik? :D setelah ngobrol panjang lebar Kami pun diantar sampe jalan utama ke Teluk hijau, katanya biar gak salah jalur! :mrgreen:, terima kasih mas yus, anda baik sekali! sampe – sampe dikasih tau biar aman di rajekwesi ketemu salah seorang temannya, oke kapan – kapan Kami mampir. :)

Cus lah!! katanya dari tempat Kami berpisah tadi masih sekitar 1 – 2 jam lagi untuk sampai Teluk hijau, lanjut dengan semangat!! meski jalan penuh bis yang membawa wisatawan ke pulau merah yang sedang terkenal itu.

Kurang lebih satu jam setelah itu Kami sudah masuh wilayah Taman Nasional Merubetiri, jalannya cukup halus sampek masuk perkampungan disambut jalan yang asli parah rusaknya. Tapi namanya penasaran ya terjang terus. :D

Akhirnya tepet pukul 08.05 wib sampe di pintu masuk Taman Nasional atau tempat loket pembayaran, terlihat antrian bus yang tanpa diduga juga ada disini.

cukup dengan bayar Rp 7500,- @orang dan Rp 5000,- Untuk motor Kita langsung diperbolehkan menyusuri tempat – tempat yang pengen kunjungi, sebagai informasi untuk menuju Teluk Hijau atau Sukamade khusus yang membawa mobil/bus harus parkir di Rajekwesi & jalan kaki kurang lebih sejauh 5 km ke Teluk hijau Atau bisa naik perahu minimal 4 orang cukup bayar Rp. 25000,- masing2 orangnya dari Rajekwesi, sedangkan yang bawa motor bisa dititipkan di rumah penduduk Rajekwesi atau bisa juga langsung naik ke tempat parkir yang sudah dekat Teluk Hijau dengan melewati jalan yang cukup terjal, dan itu yang Kami ambil karna gak kebayang jalan kaki sejauh itu naik pula. :D

Pantai Rajekwesi yang sepi. (klik untuk memperbesar)

Sampai di tempat parkir Kita masih harus berjalan kaki sekitar 1,5 km naik turun bukit dan bisa ditempuh kurang lebih 1 jam sampai di Pantai Batu. salah satu keuntungan kita jika berjalan kaki adalah melewati Pantai Batu, sedangkan jika naik perahu langsung ke Teluk Hijau. :)

Oke tak perlu banyak cerita, ini sedikit hasil jepretan Kami.

Jalan kaki dari tempat parkir. (klik untuk memperbesar)

Pantai Batu. (klik untuk memperbesar)

Teluk Damai & Teluk Hijau. (klik untuk memperbesar)

 

Pukul 11.00 wib Kami pun kembali ke tempat parkir, awalnya berencana mampir dulu sukamade, Pulau merah & nginep di Jember, tapi karna kondisi badan sudah payah ya langsung pulang aja, jalur yang Kami lalui pun tetap sama sperti jalur berangkat sekaligus istirahat di tempat yang sama.

sedikit kurang puas karena terlalu ramai pengunjung, tapi memang lagi liburan ya harus dinikmati.

Saran ; Jika jalan kaki menuju Teluk Hijau usahakan kondisi badan fit, jangan lupa bawa minum dan cemilan, hati – hati licin jika musim hujan, jika ingin berkemah disarankan ijin ke pengelola & awasi barang bawaan karna banyak monyet usil, paling enak memang sekalian bawa tenda sendiri.

yang paling penting karna kita datang bawa sampah, tolong dibuang ditempat sampah yang sudah disediakan atau bawa pulang!!

Karena Tempat Wisata Bukan Tempat Sampah.

Terima kasih & semoga menginspirasi! :)

Ayo jelajahi Negri dengan cara Kita sendiri!